4 HARI 4 PROVINSI (Hari Ketiga Ziarah 9 Wali)

Perjalanan Dari Jawa Tengah ke Jawa Barat sempat diwarnai dengan kemacetan di kota Semarang sehingga agak molor dari jadwal. Detail perjalanan tidak bisa saya ceritakan karena saya ketiduran selama perjalanan.
Pukul 23.00 Wib kami baru sampai di Cirebon di komplek Makam Sunan Gunungjati. Rombongan langsung menuju Penginapan untuk beristirahat melepas lelah. Penginapan berupa rumah dan kami naik ke tingkat 2. Disana berupa lesehan dengan sebuah dinding/sekat untuk memisahkan antara laki-laki dan perempuan.
Pukul 05.00 Wib semua anggota rombongan sudah turun dari penginapan dan memasukkan barang-barangnya ke dalam bus. Sambil menunggu waktu terang, sebagian rombongan termasuk saya menikmati Ronde atau nama lainnya Sekuteng. Yakni minuman khas yang terbuat dari wedang jahe diberi roti, kacang dan sejenis agar agar serta susu. Ini kali pertama saya menikmati minuman tersebut. Rasanya agak sengir sengir gimana gitu…..

penampakan sekuteng dalam mangkok

penampakan sekuteng dalam mangkok

Ketika hari sudah agak terang rombongan dengan dipimpin ustadz/kyai pendamping masuk ke dalam area makam Sunan Gunungjati.
Yang agak mengejutkan disini adalah ulah pengemis yang seperti tukang palak yang memaksa untuk memberi sedekah. Jumlah mereka juga tidak sedikit. Ustadz mengingatkan agar menjaga tas bawaannya dan memegabg erat-erat karena katanya tidak jarang mereka ini menarik tas peziarah dengan paksa. Alhamdulillah kejadian tersebut tidak menimpa rombongan kami hanya masing-masing orang terpaksa memberi uang pada mereka. Kata peziarah lain yang sering kesini, mengatakan bahwa kalo semakin siang, jumlah pengemis dan pemintanya makin banyak dan makin berani memalak.
Ornamen di dalam Makam Sunan Gunungjati sangat bagus dan unik. Banyak guci guci kuno yang bertebaran. Sayangnya lokasi makam utama Tertutup rapat sehingga hanya bisa ziarah di depan sebuah pintu yang mungkin pintu ke dalam ruang makam.
Selesai di makam Sunan Gunungjati, perjalanan dilanjutkan ke Ciamis Jawa Barat mengunjungi makam Mbah Panjalu di komplek wisata Situ Gintung.
Tentang riwayat Panjalu bisa dilihat di wikipedia atau bisa juga di :
Perjalanan dari Cirebon ke Ciamis Jawa Barat benar-benar mengocok perut dan membuat pusing kepala. Jalannya berkelok kelok dan terus menanjak. Di kanan kiri hanya ada jurang, bukit, hutan dan persawahan yang menghampar.

Gerbang Panjalu

Gerbang Panjalu

Ketika sampai di Tempat wisata Situ Gintung Makam Mbah Panjalu, Pak Ustadz pendamping mengingatkan pada semua anggota rombongan agar menjaga lisan dan perbuatan. Jangan sampai mengeluarkan kata kata kotor atau berbuat jahat di sana karena lokasi masih angker dan banyak penghuni makhluk halus.
Karena sedang berhalangan dan kondisi tidak vit, maka saya memutuskan tidak ikut turun. Saya memilih tiduran di musholla yang ada di parkiran bis. Sambil menunggu saya browsing tentang Situs Situ Gintung dan menemukan banyak informasi baru. Salah satunya adalah di siini
Dengan buka web tersebut, saya jadi tahu bagaimana perjalanan yang dilewati oleh rombongan sehingga tidak lagi penasaran. Meskipun tidak ikut tapi setidaknya tahu bagaimana kondisi disana ditambah informasi sejarahnya.
Rombongan kami lebih dari 3 jam berada di Panjalu. Disana banyak yang membeli souvenir dan makanan khas daerah. Diantaranya adalah terasi khas Panjalu, Tape singkong super besar, Jenang dan lain-lain. Kalo saya beli pulpen yang diberi nama sesuai pesanan dan bertuliskan Panjalu sebagai kenang-kenangan.
Setelah puas di Panjalu, rombongan pergi melanjutkan perjalanan.
Lokasi selanjutnya yang kami ziarahi adalah Jabalkat Klaten Jawa Tengah dan akan saya ceritakan di posting selanjutnya.

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s