NAIK PESAWAT PERTAMA KALI

image

Boarding Pass pertamaku

Bagi yang sudah sering naik pesawat, cerita ini akan dianggap lucu dan tak berguna. Namun bagi yang belum pernah dan pertama kali seperti saya pengalaman ini sungguh luar biasa.
Saya yang notabane orang ndeso, lebih senang bepergian ke luar kota menggunakan kereta api. Disamping murah, juga tingkat kenyamanannya yang tidak bikin mabuk dan pusing kepala.
Mendapat undangan workshop ke Jakarta membuat saya bisa merasakan naik pesawat untuk pertama kalinya secara gratis. Tiket sudah dibelikan panitia, Saya tinggal datang saja. Jika boleh memilih armada tentunya mo naik kereta api saja gak usah naik pesawat.

Selama ini tidak pernah terbersit dalam angan-angan pergi dengan pesawat, namun karena ini gratis jadinya pengen nyoba saja. Itung-itung sebagai pengalaman dan bahan cerita.
Sebelum berangkat, browsing dulu biar tidak nyasar dan malu maluin. Maklum pertama kali. Kalo tanya orang langsung juga malu. Alhamdulillah ketemu ini dan juga blog ini . Lumayan bermanfaat.
Dengan Bismillah, pada hari H saya berangkat ke bandara. Dari Rumah naik ojek ke Sumlaran dan naik bis ke terminal Bunder. Sejak setahun lalu Di terminal Bunder sudah ada bus khusus ke Bandara Juanda. Di terminal Bunder ternyata sangat sepi. Hal itu membuat saya agak khawatir sudah ketinggalan bisnya dan harus nunggu lama. Tapi setelah tanya petugas disana, memang beginilah biasanya. Tidak sampai 5 menit menunggu, supir bus sudah menyuruh naik dan bis siap berangkat. Yang agak mencengangkan, penumpangnya hanya saya seorang (he..he…he… serasa nyater saja), tapi untungnya di perempatan bunder ada satu lagi penumpang yang naik sehingga jadi 2 orang. Perjalanan dari Bunder ke Bandara Juanda kurang lebih 1 jam. Tarifnya 40rbu per orang. Ada atau tidak ada penumpang tarifnya sekarang segitu.
Sampai di Bandara jam 15.30. Pesawat saya adalah Citylink tujuan bandara Halim perdanakusuma jakarta untuk jam 18.30. Itu berarti masih banyak waktu untuk chek in. Pengennya sih jalan jalan keliling dulu tapi berhubung bawa tas berat dan ini pengalaman pertama yang gak pengen telat, akhirnya memutuskan langsung chek in saja.
Di atas counter ada tulisan Kode pesawat sudah chek in, saya langsung masuk ke dalam. Seperti pemeriksaan  pada umumnya, untuk masuk kedalam, tas dan barang bawaan harus diperiksa lewat mesin (X scanner). Setelah selesai kemudian menunjukkan e-ticket dan KTP untuk mendapat boarding pass. Seperti petunjuk yang saya baca dan saya dengar ada biaya pajak bandara (airpot tax) yang harus dibayar saat chek in tapi ternyata maskapai Citylink sudah menyatukan pajak bandara tersebut dengan tiketnya sehingga penumpang tidak perlu membayar lagi. Ini adalah rupa boarding pass (karcis pesawat) saya.

Setelah medapat boarding pass, agak bingung juga mau kemana tapi kemudian saya mengikuti orang di depan saya yang naik pake lift ke lantai 2. Di atas sudah ada penunjuk arah Gate yang dituju. Gate saya adalah 10 sehingga sampai di atas jalan ke kiri. Suasana masih sepi karena keberangkataan masih lama. Sambil menunggu, saya duduk dan diajak ngobrol oleh bapak-bapak. Beliau dari Malang dan mau ke Jakarta pukul 18.55 (berangkatnya lebih malem dari saya).
Pukul 17.00 pintu Gate 10 dibuka, para penumpangpun masuk kedalam. Disini sekali lagi ada pemeriksaan x scanner. Penumpang juga harus menunjukkan KTP dan boarding pass. Ruang tunggu (gate) di bandara Juanda cukup nyaman dan tertib. Meskipun saya pertama kali naik pesawat dan merasakan duduk di gate bandara, ternyata banyak sekali calon penumpang lain yang bertanya ke saya tentang rute dan jam terbang serta hal hal lain. Dengan senang hati saya menjawabnya sesuai yg saya baca atau ketahui (sok keminter deh he..he..he… ).
Pukul 18.00, saya masuk ke dalam pesawat dengan terlebih dahulu melewati lorong yang sangat panjang. Di Juanda tidak perlu memakai tangga.
Dengan petunjuk pramugari saya duduk di kursi yang sesuai dengan boarding pass. Ternyata kursi yang saya tempati di dekat jendela persis diatas sayap. Itu berarti tepat di sebelah pintu darurat sehingga jarak antar kursi lebih luas. Pemasangan sabuk pengaman di pesawat juga relatif mudah, hampir seperti memasang sabuk pakaian (ikat pinggang celana). Sebelum berangkat pramugari menjelaskan cara membuka pintu darurat jika ada masalah dalam pesawat. Juga menjelaskan cara memakai pelampung, sabuk pengaman dan hal hal lain.
Setelah terdengar suara pilot yang menyapa penumpang, pesawat siap berangkat dan terbang. Ternyata naik pesawat itu rasanya sama seperti naik bis yang berisik. Ketika pesawat mulai naik itu seperti perjalanan dalam bis di jalan menanjak cuma lebih cepat saja sehingga telinga rasanya nging.. nging. …. .ketika pesawat di atas sudah tidak terasa lagi. Hanya ketika pesawat miring ke kanan/ke kiri saja yang terasa berbeda. Hanya 1 jam perjalanan sudah sampai di tujuan yakni bandara halim perdanakusuma jakarta.
Bagi saya, yang paling membuat deg degan dan pusing kepala adalah saat pesawat menukik turun. Rasanya tidak karuan……

Iklan

One thought on “NAIK PESAWAT PERTAMA KALI

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s