OLEH – OLEH DARI KAMPUS FIKSI ROADSHOW SURABAYA

Akhir-akhir ini saya pengen sekali menulis. Waktu luang yang biasanya digunakan untuk membaca, sekarang ini pengennya nulis melulu. Mungkin ini juga dipengaruhi oleh hasil tulisanku yang pernah nangkring di 10 besar sayembara prakarsa kelompok masyarakat Jatim.
Hasil tulisanku juga pernah membuatku ke jakarta naik pesawat secara gratis dan dapat uang saku pula pada desember 2014.
Ada kesenangan dan kepuasan tersendiri bagiku jika sudah bisa menyelesaikan sebuah tulisan. Apapun hasilnya itu belakangan.
Saya kemudiab berkenalan dengan sebuah penerbit bernama Diva press yg punya banyak kegiatan / event yang bermanfaat bagi para penulis pemula. Salah satu yang paling saya tunggu dan pengen ikuti adalah kampus fiksi.
Ketika ada pengumuman diadakan roadshow kampus fiksi surabaya, saya langsung tertarik dan berminat mengikutinya.  Persyaratan untuk ikut hanyalah mengirimkan surat pernyataan.
Awalnya bingung dengan bentuk dan isi surat pernyataan yang dimaksud karena biasanya surat pernyataan itu berbeda di tiap tempat atau instansi, namun akhirnya bikin awuran versi saya. Pokoknya Isi surat pernyataan tersebut menyebutkan bahwa saya bersedia mengikuti kegiatan hingga selesai. Surat pernyataan tersebut saya ketik di hp dan dikirim via email. Alhamdulillah dapat balasan, nama saya tercantum sebagai salah satu peserta.
Tanggal 25 Januari 2015 berangkatlah saya ke Surabaya mengikuti Roadshow Kampus Fiksi. Tempatnya adalah di Gedung Merah Putih Balai Pemuda Surabaya. Saya lumayan sering lewat daerah tersebut hingga gak kuatir nyasar. Perjalanan dari Lamongan menggunakan angkutan umum ke lokasi hanya 2 jam.
Setelah registrasi, saya mendapatkan sebuah buku yang selama ini saya idam-idamkan, yakni buku SILABUS MENULIS FIKSI DAN NON FIKSI yang dibuat oleh Rektor Kampus Fiksi, Edi Akhiles.
image

Sambil menunggu acara dimulai, saya terlarut dalam buku tersebut. Banyak sekali info dan ilmu bidang kepenulisan yang saya dapat. Semua hal dikupas tuntas dalam buku tersebut dengan gaya yang unik tidak membosankan. Salah satu hal yang tidak pernah saya lakukan dan perlu saya perbaiki menurut buku ini adalah mengendapkan tulisan 2-3 hari kemudian dibaca lagi. Tujuannya agar bisa mengkoreksi isi tulisan dengan lebih tenang dan fokus. Jika naskah sudah jadi biasanya emosi psikis pada karya sangat tinggi sehingga menganggap karya tersebut cukup bagus.
Acara Roadshow dimulai dengan sambutan dan ramah tamah dari Penerbit UNSA yang merupakan mitra kerjasama DivaPress sekaligus tuan rumah. Unsa singkatan dari Untuk Sahabat yang merupakan salah satu penerbit indie di Kota Surabaya.
Pada hari itu, UNSA merayakan hari ulang tahunnya yang ke 5 yang harusnya tgl 27 Januari dengan melaunching salah satu buku kumpulan cerpennya yang berjudul NITIZEN. Para penulis cerpen dihadirkan dalam acara tersebut. Salah satunya ternyata ada Pak Edi Akhiles juga.
Pihak UNSA juga mengadakan penganugrahan AMBASADOR UNSA 2015 yang seleksinya sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. 2 pemenang mendapatkan hadiah uang tunai, buku, servikat dll.
Setelah rangkaian kegiatan UNSA selesai, acara dilanjutkan oleh mbak Avivah Ve sang sekretaris Kampus Fiksi. Mbak Avivah memperkenalkan para kru Kampus Fiksi dan menyampaikan jadwal materi kampus fiksi.
Materi pertama Kampus Fiksi Roadshow Surabaya adalah self editing yang disampaikan  oleh mbak Quratul Ayun, Editor Agama Diva Press.
Sebelum materi, mb. Ayun memberi kuis pada peserta. Dimana ada 7 pertanyaan pilihan ganda yang harus dijawab. Masing-masing jawaban mempunyai bobot nilai sendiri-sendiri.  Hasil yang saya dapat ternyata sangat bagus yakni 26, itu berarti mempunyai potensi besar untuk jadi penulis (agak GEER dikit).
Berlanjut ke materi Self Editing. Self editing adalah membaca ulang karya sendiri dan mengkoreksinya. Tujuannya agar tidak terjadi banyak kesalahan dalam penulisan dan memperbesar peluang diterima oleh penerbit. Kebanyakan editor penerbit  tidak mau menerima naskah yang banyak kesalahan penulisan (typo). Self Editing seyogyanya dilakukan minimal 3-5 kali.
Yang perlu diedit adalah :
1. Keutuhan cerita, jangan sampai naskah melenceng dari jalur atau kurang detail atau bahkan salah penyebutan.
2. Logika, yang meliputi setting, tempat, suasana jangan sampai berbeda dan tidak sama.
3. Kalimat, harus sesuai EYD/SPOK dan ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia.
4. Tanda baca, awal kalimat, diksi dll.

Pukul 12.00 WIB, para peserta diberi waktu istirahat dan diberi jatah makan siang nasi kotak. Waktu tersebut saya pergunakan untuk sholat dan tentunya makan siang.
Pukul 12.45 acara dilanjutkan dengan materi silabus penulisan oleh Pak Edi Akhiles.
Pak Edi Akhiles menyampaikan banyak hal terkait kiat-kiat penulisan versi beliau. Salah satu yang beliau katakan untuk memotivasi para penulis pemula adalah “MENULIS BUATMU TERANCAM KEREN” . Hal tersebut mengindikasikan bahwa Jadi Penulis itu Keren.  Alasan logisnya adalah karena pengetahuan penulis diatas rata rata orang kebanyakan, karena dia paham apa yang ditulis. Disamping itu penulis bisa dikatakan keren karena bisa mempengaruhi orang lain dengan tulisannya dan tentunya namanya bisa terkenal di kalangan pembaca.
Menurut Pak Edi Akhiles, orang yang sibukpun  bisa jadi penulis. Tidur saja bisa lebih dari 5 jam dalam sehari, mengapa menulis dalam 1 jam tidak  bisa?.
Untuk mencari ide memang tidak mudah, namun bisa diantisipasi dengan cara menabung ide. Caranya dengan menulis ide yang kebetulan muncul di saat saat tak terduga. gadget yang selalu di bawa kemana mana bisa menjadi media penulisan ide tsb. Sediakan folder tersendiri untuk menampung ide ide yang muncul.
Suatu saat ide tersebut pasti berguna.
Jika suatu hari tidak releven atau kadaluarsa bisa dibuang. Setidaknya kita punya banyak ide untuk tulisan kita di saat senggang. Jangan percaya daya ingat pikiran karena itu bisa terlupakan. Begitulah kira kira isi materinya.
Masih banyak lagi trik-trik penulisan yang disampaikan oleh pak Edi yang gak mungkin dutuliskan satu persatu. Pokoknya semuanya bermanfaat dan bikin makin semangat untuk menulis.
Di akhir acara para peserta di beri novel terbitan DivaPress masing masing satu. Sebenarnya saya pengen banget foto bareng pak Edi dan kru Kampus Fiksi lainnya, namun kareba uda banyak yang mengrubungi dan foto bersama, kesempatan itu tidak ada. Ini oleh2nya
image

Iklan

One thought on “OLEH – OLEH DARI KAMPUS FIKSI ROADSHOW SURABAYA

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s