MENGETUK GERBANG MAJAPAHIT DI CANDI WRINGIN LAWANG

Dengung kejayaan Kerajaan Majapahit semakin meroket. Sekarang ini makin banyak orang yang ingin tahu lebih dekat dan detail tentang Kerajaan Majapahit. Makin banyak buku-buku sejarah yang mengupas tentang Kerajaan Majapahit sampai sedetail-detailnya sehingga makin banyak yang penasaran dan ingin tahu.

Baca : Menapaki Situs Kerajaan Majapahit

Pusat Kerajaan Majapahit adalah di wilayah Kabupaten Mojokerto, kabupaten tersebut masih bertetanggaan dengan Kabupaten Lamongan, jadi sebagai tetangga tentunya tidak ingin ketinggalan untuk melihat dari dekat peninggalan-peninggalan kerajaan Majapahit yang melegenda.

Pada tanggal 17 Agustus 2015, saat sebagian orang melaksanakan upacara bendera, saya bersama rombongan dari TBM BINTANG BRILLIANT justru merayakan hari Kemerdekaan RI dengan berwisata sejarah. Kami belajar langsung sekaligus berwisata di situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto.

Kami berangkat dari Lamongan sekitar pukul 06.00 Wib, harusnya sudah sampai 2 jam kemudian, namun karena berhenti agak lama di POM Bensin, kami baru nyampe jam 09.00 Wib. Dari Lamongan situs pertama yang dapat dijumpai adalah Gapura (Candi) Wringin Lawang. Lokasinya terletak di Dukuh Wringin Lawang, desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Di depan jalan masuk areal candi terdapat arca Ganesha dalam ukuran yang cukup besar. Bangunan Candi Wringin Lawang menjulang tinggi dan berada sekitar 200 meter dari jalan raya Trowulan – Jombang. Sehingga dari jalan raya akan jelas terlihat kemegahan bangunan tersebut.

image

Gapura Wringin Lawang sering disebut dengan candi Jati Pasar karena letaknya di Desa Jati Pasar. Sebutan yang digunakan terkadang gapura, terkadang candi. Bentuknya seperti gapura atau Candi yang seolah-olah dibelah menjadi dua bagian yang sama.

Para ahli purbakala menyebutkan bahwa Wringin Lawang ini merupakan pintu gerbang kerajaan Majapahit, meskipun pusat centris kerajaan Majapahit itu sendiri belum ditentukan secara pasti. Namun ada pula yang berpendapat bahwa Gapura ini adalah pintu masuk ke kediaman Patih Gajah Mada, pendapat lain menyebutkan bahwa Gapura Wringin Lawang merupakan tempat penyambutan tamu penting kerajaan. Namun apapun itu Candi Wringin Lawang merupakan salah satu peninggalan kerajaan Majapahit yang masih berdiri hingga kini. Di situs ini dulunya tumbuh sepasang pohon beringin dan karena itulah disebut “Wringin Lawang”. Wringin artinya pohon beringin dan lawang artinya pintu.

image

Tidak banyak pengunjung di Candi ini sehingga kami bisa leluasa bercengkrama dan berwisata. Sarapan pagipun bisa dilakukan layaknya piknik di suatu taman.

Menurut buku panduan resminya, Candi ini dibangun menggunakan bahan dasar bata merah. Tetapi anak tangganya terbuat dari batu

image

Bentuk Wringin Lawang adalah candi bentar (candi terbelah dua) dengan denah empat segi panjang ukuran panjang 13 m dan lebar 11,5 m serta tingginya 15,50 meter

Areal candi ini dulunya sebelum dipugar adalah tempat pemakaman umum penduduk sekitar dengan banyak pohon beringin di sekitarnya. Tapi sekarang telah banyak mengalami perubahan, pohon beringin telah ditebang dan makam-makam dipindah. Pemugaran pertama kali dilakukan tahun 1990.

Situs Gapura Wringin Lawang sampai sekarang masih digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat untuk mencari berkah seperti selamatan dengan sesaji atau ritual-ritual lainnya seperti “Ritual Suro”.

Ada cerita ganjil saat kami di areal Candi ini. Kamera yang kami gunakan untuk mengabadikan gambar dari segala sudut tiba-tiba macet tidak bisa digunakan, padahal sebelumnya tidak apa-apa. Ketika di pakai di areal Candi lain dalam perjalanan selanjutnya kamera tersebut berfungsi kembali. Kejadian tersebut juga pernah terjadi di tahun kunjungan sebelumnya. Penyebab pastinya sih tidak tahu namun hal tersebut bisa menjadi pengingat agar selalu waspada dan tidak macam macam di areal candi ini.

Terlepas dari masalah kamera yang ngadat, kita kembali membahas tentang lokasi ini. Memasuki kawasan Candi Wringin Lawang suasananya sangat bersih dan asri. Ada beraneka jenis tanaman hias, pohon maja dan pohon Trenggulun yang menaungi sekitar Candi. Areal parkirnya juga relatif luas dan teduh bikin betah berlama-lama disana. Ada juga sebuah kolam kecil dengan tanaman teratainya di salah satu sudut halamannya.

Di tubuh candi Wringin Lawang tidak ada hiasan, relief atau arca seperti candi-candi pada umumnya, namun bentuk dan arsitektur candi tampak geometris dan megah

image

Saat berada di bagian tengah gerbang Candi, di salah satu sisi gerbang dapat dijumpai tiga batu andesit yang berjajar berbentuk persegi panjang.  Pada salah satu batu itu terdapat relief pada bagian depannya. Tak jelas relief itu tentang apa dan apa maksudnya karena hanya berupa garis-garis yang membentuk pola tertentu saja. Ada juga tungku kecil yang terbuat dari tanah liat untuk membakar dupa atau kemenyan. Selain itu juga ada bekas sesajian. Berhubung kamera ngadat jadinya tidak bisa mengabadikan secara detail.
Perjalanan selanjutnya ke Candi Brahu.

 

Satu respons untuk “MENGETUK GERBANG MAJAPAHIT DI CANDI WRINGIN LAWANG

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s