WISATA SEJARAH CANDI TIKUS

Apa yang terpikir di benak kita saat mendengar kata “Tikus” ?
Mungkin yang terbayang adalah seekor hewan pengerat, menjijikkan dan harus dimusnahkan segera. Di Trowulan Mojojerto nama “Tikus” di tetapkan sebagai salah satu nama Candi yang sangat terkenal.
Meskipun bernama Candi Tikus namun tidak ada seekorpun tikus yang berkeliaran disana, bentuk candi juga tidak sedikitpun menyerupai hewan tikus. Pemberian nama tikus pada Candi Tikus disebabkan karena saat penggalian situs Candi pertama kali banyak ditemukan tikus yang sangat banyak dalam candi itu. Bangunan Candi dijadikan sarang tikus yang lumayan besar, maka dari itu oleh warga sekitar candi tersebut diberi nama Candi Tikus.

Asal muasal dan bukti otentik mengenai sejarah candi tikus sampai sekarang ini belum ditemukan / diketahui. Candi Tikus terletak di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mjokerto, Provinsi Jawa Timur, sekitar 13 km di sebelah tenggara Ķota Mojokerto. Dari jalan raya Mojokerto-Jombang, di perempatan Trowulan, membelok ke timur, melewati Kolam Segaran dan Candi Bajangratu yang terletak di sebelah kiri jalan. Candi Tikus juga terletak di sisi kiri jalan, sekitar 600 m dari Candi Bajangratu. Dari Candi Bajang Ratu cuma butuh waktu 5 menit perjalanan ke Candi Tikus.

Candi Tikus Mojokerto

Candi Tikus saat kemarau

Candi Tikus yang semula telah terkubur dalam tanah ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian situs dilakukan berdasarkan laporan Bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro, tentang ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat. Pemugaran secara menyeluruh dilakukan pada tahun 1984 sampai dengan 1985
Lokasi Candi Tikus terletak ditengah lahan luas. Bangunannya menurun sekitar 3 meter kebawah. Saat musim penghujan dasar candi seperti kolam yang penuh dengan air dan hanya kelihatan luarnya saja. Kebetulan kami datang kesana saat musin kemarau sehingga dasar candi kelihatan dan dapat dimasuki. Untuk masuk kedalam candi harus melewati tangga-tangga yang turun kebawah.

Candi tikus Mojokerto

Undakan tangga yang menurun di Candi Tikus

Bentuk Candi Tikus yang mirip sebuah petirtaan mengundang perdebatan di kalangan pakar sejarah dan arkeologi mengenai fungsinya. Sebagian pakar berpendapat bahwa candi ini merupakan petirtaan, tempat mandi keluarga raja, namun sebagian pakar ada yang berpendapat bahwa bangunan tersebut merupakan tempat penampungan dan penyaluran air untuk keperluan penduduk Trowulan. Namun, menaranya yang berbentuk “meru” menimbulkan dugaan bahwa bangunan candi ini juga dapat berfungsi sebagai tempat pemujaan. Apapun itu yang penting kita sekarang bisa menikmati dan berwisata kesana mengagumi karya seni masa lalu.

Suasana di sekitar lokasi wisata Candi Tikus ini dibentuk seperti taman kota, dikelilingi rumput hijau dan pohon-pohon kecil, buat yang senang fotografi ini adalah tempat yang cocok untuk menghasilkan seni-seni dalam berfoto. Ada spot-spot menarik yang sayang untuk dilewatkan.

image

Dengan berkunjung ke Candi Tikus, selain untuk wisata melepas penat juga menambah atau menumbuhkan rasa nasionalisme kita dan menghargai sejarah bangsa sendiri.

Biaya masuk ke Candi Tikus sama seperti ke candi-candi lain yakni Rp.2000 /orang. Belum ada tempat parkir permanen di sekitar lokasi ini, sehingga parkirnya di pinggir jalan yang ramai kendaraan lalu lalang.
Disepanjang jalan menuju pintu masuk Candi Tikus berjejer pedagang kaki lima dan pedagang keliling yang menawarkan jajanan ringan dan minuman-minuman segar untuk menuntaskan panas dan rasa haus di tenggorokan.

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s