KUNJUNGAN KE KEBUN RAYA PURWODADI

Pada akhir Januari 2016 saya mendapat undangan pertemuan di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan. Sebelumnya saya tidak pernah tahu kalau di daerah Jawa Timur ada sebuah kebun raya yang hampir sama dengan Kebun Raya Bogor yang sangat terkenal itu. Padahal jalur Malang – Surabaya dulunya sangat sering saya lewati, namun tidak pernah memperhatikan adanya kebun raya tersebut.

Acara pertemuan berlangsung tanggal 6 Februari 2016, oleh karenanya sayapun cari info terkait tempat yang dimaksud agar tidak nyasar. Informasi lengkap dapat saya peroleh di web resminya yakni di : http://krpurwodadi.lipi.go.id/

Kebun Raya Purwodadi terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Lokasinya berada persis disamping jalur utama Malang – Surabaya. Dari kota Malang hanya sekitar 25 km kearah utara, sedangkan jika ditempuh dari Kota Surabaya sekitar 65 km arah selatan setelah Taman Safari Prigen dan Masjid CengHo Pasuruan. Semua kendaraan bisa mencapai lokasi ini, baik kendaraan kecil atau besar, transportasi umum juga banyak tersedia, jadi sangat mudah dijangkau.

Tanggal 6 Februari saya berangkat dari Lamongan sekitar pukul 6 pagi,naik bis jurusan Bojonegoro – Bungurasih, sampai di Bungurasih berlanjut menggunakan transportasi Bis Patas jurusan Surabaya-Malang dengan tarif Rp.25.000,- . Agar tidak keblabasan, saya sebelumnya bilang ke kondektur bis agar diturunkan tepat di depan kebun raya karena memang tidak tahu ancer2 turunnya. Pengalaman dari beberapa teman ada yang kebablasan melewati lokasi sehingga harus balik arah menggunakan transportasi umum “Bison”. Tentu saja itu bikin rugi waktu, tenaga dan juga materi 😦

Berhubung tanggal 6 dan 7 Februari adalah hari libur, jalur akses Surabaya-Malang benar-benar padat merayap dan sesekali macet disana sini. Butuh waktu 3 jam untuk sampai di sana dari Terminal Bungurasih padahal jka lalu lintas lancar cuma butuh waktu 1 jam.

Sampai di depan Kebun Raya Purwodadi (KRP) saya disambut oleh panitia di pintu gerbang masuk. Beginilah penampakan pintu masuk KRP

Pintu Gerbang Masuk Kebun Raya Purwodadi

Pintu Gerbang Masuk Kebun Raya Purwodadi

Tulisan ini tidak akan membahas tentang acara saya, namun saya pengen bahas tentang tempat pertemuan tersebut yakni KEBUN RAYA PURWODADI atau yang disingkat KRP yang benar benar waww……

Menurut sejarahnya, Kebun Raya Purwodadi didirikan tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. Lourens Gerhard Marinus Baas Becking atas prakarsa Dr. Dirk Fok van Slooten, sebagai pemekaran dari Kebun Raya Bogor. Kebun ini merupakan salah satu dari tiga cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali.

Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Ini salah satu bangunan di dalam KRP yang digunakan untuk tempat penelitian.

image

Kebun Raya Purwodadi memiliki luas sekitar 85 ha, dengan koleksi tumbuhan sekitar 10.000 jenis. Selain berfungsi sebagai tempat melestarikan dan konservasi beragam tumbuhan, KRP juga dimanfaatkan untuk sarana pariwisata alam. Pengunjung dapat menikmati keragaman hayati yang mungkin sudah sulit ditemukan ditempat lain. Banyak terdapat pohon-pohon langka yang usianya sudah cukup tua.
Ini selfi saya berlatar pohon dan tanaman KRP, seperti di hutan sungguhan.
image

Menelusuri seluruh areal kebun raya yang begitu luas membutuhkan energi ekstra, bagi yang enggan berjalan kaki disediakan sepeda sewaan, ada juga kereta mini, sedangkan pengguna roda empat boleh dipergunakan. Jalan di dalam KRP sudah mulus beraspal jadi sangat memanjakan pengunjung. Hanya saja jalannya ada yang menanjak dan menurun, bagi yang bersepeda pasti merasa kesulitan jika mau berkeliling. Beginilah jalannya :

image

Beberapa fasilitas yang bisa kita nikmati di kebun raya ini diantaranya, area bermain anak, kolam perahu, kolam renang anak, lapangan sepak bola, gazebo, area camping ground, dan lain-lain. Berhubung acara saya bukan untuk rekreasi maka saya tidak bisa memberikan gambaran detail tentang sarana tersebut diatas.

Dengan tiket masuk Rp. 6.500 per orang pengunjung bebas berkeliling dan menikmati KRP sepuasnya seharian. Tidak perlu khawatir kelaparan karena di dalam lokasi ada banyak penjual makanan dan minuman. Toilet dan musholla juga ada. Kita juga bisa membawa makanan sendiri sebanyak yang kita bisa. Yang penting tetap bisa menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

Berbicara tentang sampah, di KRP sudah disediakan tempat sampah di segala arah yang bentuknya unik dan menarik. Mulanya saya mengira itu adalah bekas pohon tua yang ditebang, setelah didekati ternyata tempat sampah. Inilah bentuknya

image

Tempat sampah di KRP

Sebenarnya masih banyak keindahan dan keunikan dari KRP yang pengen saya jelajahi dan dibahas, namun karena tujuan awal kesini bukan rekreasi jadinya tidak bisa mengeksploitasi lebih detail. Semoga lain kali bisa kesana lagi dan menjelajahi lebih lama lagi.

Tempat pertemuan yang saya ikuti terletak di bagian paling dalam KRP. Disebuah bangunan joglo terbuka yang dibawahnya ada sungai yang alirannya deras. Angin yang sepoi-sepoi dan sejuk membuat kerasan dan tidak cepat bosan. Inilah suasana tempat pertemuan saya.
image

Bagi yang mencari referansi tempat ngumpul-ngumpul dan diskusi, Kebun raya Purwodadi bisa menjadi salah satu alternatif tempat yang tidak mengecewakan. Atau bagi yang ingin berwisata alam yang aman dan murah, tempat ini juga patut dikunjungi. Hawa yang sejuk tentu saja dapat menyegarkan pikiran dan menghijaukan pandangan.

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s