RESENSI NOVEL : SURAT KECIL UNTUK TUHAN

image

Sampul depan

Judul                            : Surat Kecil Untuk Tuhan
Pengarang                   : Agnes Davonar
Penerbit                       : Inandra Publised, Jakarta
Jumlah Halaman          : 232 Halaman

Novel ini adalah salah satu novel terlaris dan paling banyak dipinjam di tempat saya yakni di “TBM BINTANG BRILLIANT”. Dari awal datangnya sampe sekarang novel ini tidak pernah nangkring lama di rak karena banyak sekali yang suka.
Surat Kecil Untuk Tuhan adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata (true story) untuk mengenang seorang gadis remaja yang luar biasa dalam menghadapi kehidupannya bernama Keke.

Gaya bercerita dalam novel ini ditulis dari sudut pandang orang pertama pelaku cerita yakni KEKE.
Gita Sesa Wanda Cantika atau yang biasa dipanggil Keke adalah seorang gadis 13 tahun yang cantik, pintar dan berbakat. Dia adalah mantan artis penyanyi cilik yang sangat terkenal pada masanya.  Tanpa pernah diduga sebelumnya, Keke divonis mengalami kanker jaringan lunak. Kanker tersebut menyerang wajahnya dan membuat parasnya yang cantik menjadi mirip monster. Jenis kanker tersebut baru pertama terjadi di Indonesia.

Dokter yang merawat Keke mengatakan kalau hidup Keke hanya tinggal beberapa bulan saja. Meskipun demikian Ayah Keke yang merupakan orang tua tunggal Keke karena ibunya sudah bercerai tidak menyerah, Ayah Keke tetap berjuang agar Keke sembuh dan lepas dari vonis kematian. Ayah Keke mencari berbagai pengobatan mulai dari tradisional, altenatif hingga modern.

Perjuangan Keke juga tak kalah keras dengan ayahnya, Keke dengan telaten mengikuti semua prosedur pengobatan yang disarankan oleh ayahnya. Walaupun dia tidak suka dan bosan dengan obat-obat yang harus diminum tapi tetap mematuhi semua petunjuk ahli pengobatan yang merawatnya.
Keke terus berjuang melawan cobaan yang dia terima dengan tegar dan berani tanpa kenal menyerah.  Disinilah pesan yang bisa didapat oleh pembaca, bahwa setiap cobaan harus kita hadapi dengan tegar, sabar dan ikhlas.
Buah kesabaran Keke dalam menghadapi penyakitnya berbuah manis. Penyakit Keke bisa sembuh dan menjadi kebanggan luar biasa bagi dunia kedokteran Indonesia.
Beberapa tahun kemudian, cobaan datang lagi, penyakit Keke kambuh lagi. Senyum keceriaan Keke dan teman-temannya redup seketika. Kali ini penyakitnya lebih parah dari yang dahulu. Keke menyadari bahwa umurnya sudah tidak panjang lagi. Sebelum meninggal Keke menuliskan sebuah surat, dan surat tersebut yang dijadikan judul dalam novel ini.

Berikut petikan surat Keke yang ditujukan pada Tuhan

Tuhan………….
Andai aku bisa kembali
Aku tak ingin ada tangisan di dunia ini
Tuhan…………
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi
Hal yang sama terjadi padaku
Terjadi lagi pada orang lain
Tuhan……….
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu?
Tuhan………
Bolehkah aku memohon satu hal kecil padaMu
Tuhan………..
Biarkanlah aku bisa melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya

Novel ini tak hanya berbicara pada derita seseorang tetapi memperlihatkan sebuah perjuangan dan kepasrahan pada Tuhan. Kisahnya disampaikan dengan baik sehingga tergambar dengan jelas di benak pembaca tentang kisah dan karakter dari tokoh-tokohnya.

image

Sampul belakang

Novel ini mengandung banyak nilai moral dan nilai religi yang tinggi sehingga memberikan pesan yang baik bagi para pembaca. Novel ini cocok untuk dibaca semua kalangan baik anak-anak maupun dewasa.   Novel ini sudah pernah dibuat versi film dan juga Sinetron, keduanya menuai sukses luar biasa.

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s