MENGAMBIL BERBAGAI MANFAAT DARI HOBI MEMBACA BUKU

Pernahkah anda mendengar atau membaca pepatah atau kalimat berikut : “Buku adalah jendela dunia, membaca adalah kuncinya”?.

Pepatah atau kalimat tersebut adalah sebuah kata-kata bijak yang mengajarkan pada banyak orang agar mau membaca buku untuk mendapatkan berbagai informasi dan pengetahuan yang tersebar luas di segala penjuru dunia. Dunia yang begitu luas dapat kita nikmati lewat buku tanpa harus pergi kesana. Berbagai kisah baik di masa kini maupun masa lampau dapat kita ketahui tanpa perlu terlibat langsung didalamnya dengan hanya membaca buku-buku atau bacaan yang berhubungan dengan peristiwa tersebut.

Berbicara tentang buku dan membaca tidak pernah terlepas dari kehidupanku dari dulu sampai sekarang. Aku tidak tahu persis kapan kesukaan membaca terpupuk rapi dalam benakku, mungkin sejak aku bisa membaca huruf atau kalimat sederhana untuk pertama kalinya yang  jelas semenjak kecil aku sudah senang sekali membaca buku atau mungkin saat masuk sekolah pertama kalinya. Yang jelas ketika ada biodata atau formulir yang harus diisi, aku pasti langsung menulis membaca sebagai item isian di bagian hobi.

20160415_082846

Aku dan buku

Kesukaan membaca ini mungkin juga karena terpengaruh oleh Abahku yang memang suka membaca juga. Di rumah banyak sekali buku-buku yang dipunyai oleh ayahku  dan setiap pulang dari bepergian keluar kota, selain makanan atau buah-buahan yang dijadikan oleh-oleh selalu tak ketinggalan yang dibawa pulang adalah buku, koran dan majalah. Tentu saja itu membuatku pengen membacanya dan secara tidak langsung hal itu merangsangku suka membaca.

Masih kuingat waktu aku kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah (setara dengan Sekolah Dasar) aku sering mencuri-curi waktu membaca buku cerita saat jam pelajaran sekolah dan kadang bangun tengah malam hanya untuk menyelesaikan sebuah cerita dari buku bacaan. Buku yang aku baca saat itu tentu saja jenis fiksi seperti dongeng, cerita rakyat, kisah anak-anak sekolah dan sebagainya, belum minat dengan jenis yang lain.  Waktu kelas 5, semua buku di perpustakaan sekolah sudah tamat semua alias sudah terbaca sehingga terkadang jengkel tidak ada lagi pilihan yang akan dibaca.  Akhirnya semua jenis bacaan aku baca, tanpa sensor tanpa pilah-pilah.

Salah satu buku yang aku suka pada zaman sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama adalah buku cerita “WIRO SABLENG PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212” karya dari “Bastian Tito”. Tahun 90an buku tersebut sangat popular dan ada lebih dari 200 judul/seri yang beredar. Bentuknya adalah novel kecil dengan tebal sekitar 100 hingga 200 halaman. Novel/buku ini sekarang sudah sangat langka keberadaannya karena penulisnya sudah meninggal dunia. Entah kenapa tidak ada cetakan ulangnya juga.

200px-Wiro_Sableng_Roh_Dalam_Keraton

salah satu cover buku “Wiro Sableng” (sumber : http://www.wikipedia.com)

Ini adalah salah satu novel/buku cerita silat asli Indonesia dengan mengambil setting masa lampau dan tempatnya kebanyakan di pulau Jawa, walau kadang-kadang sang tokoh bepergian juga ke beberapa tempat seperti tanah Borneo (Kalimantan), Andalas (Sumatra), Madura, Bali dan tempat-tempat lainnya. Sebenarnya buku ini tidak cocok untuk dibaca oleh anak-anak karena banyak adegan kekerasan dan juga kata-kata kasar didalamnya. Tapi aku dulu terlalu lugu dan tidak mengetahuinya. Beberapa orang dewasa teman kakakku memang mencoba menasehati dan melarang untuk membacanya bahkan buku-buku semacam ini sering disembunyikan agar aku tidak membacanya. Namun karena aku sudah keranjingan membaca dan cerita-cerita didalamnya sangat seru sehingga membuatku selalu ingin membacanya.

Cerita didalamnya penuh imajinasi tinggi dan memberiku banyak pengalaman akan kosa kata baru. Dari novel/buku “Wiro Sableng” inilah aku awalnya mengetahui kalau nama lain dari Pulau Kalimantan adalah “Borneo” dan Pulau Sumatra dulunya disebut dengan Pulau Andalas. Untuk penggambaran jarak digunakan kata jengkal, langkah, tombak dan sebagainya.

Novel ini tidak ada di perpustakaan umum atau perpustakaan sekolah, biasanya dimiliki perorangan sebagai koleksi pribadi sehingga sangat terbatas.  Sampai sekarang saya masih penasaran dengan cerita-cerita didalamnya karena dulu tidak bisa membaca semuanya, mungkin hanya sekitar 10 judul yang aku baca. Namun sekarang seiring dengan berkembangnya informasi dan teknologi, era digital mulai merambah. Aku sudah bisa membaca dan mengakses Novel/Buku Wiro Sableng melalui e-book yang tersedia banyak di internet dan juga di situs-situs membaca online seperti wattpad.com dan mungkin situs lainnya juga ada.

Jika dulu saat di bangku sekolah dasar aku sudah suka membaca dan berlanjut ke sekolah-sekolah diatasnya, saat di bangku kuliah kesukaan akan membaca bukannya malah berkurang namun makin bertambah. Berbagai buku, literature dan juga aneka berita di surat kabar dan Koran menjadi santapan sehari-hari. Disamping karena hobi juga karena tuntunan atas bidang studi yang kumasuki. Banyak sekali manfaat membaca yang aku rasakan. Ada banyak pengetahuan juga yang aku dapatkan.

Untuk masa sekarang novel-novel fiksi yang aku sukai adalah novel karangan Tere Liye dan Habiburrahman El-shiraj. Hampir semua novel-novel yang mereka tulis telah habis kubaca, aku selalu menunggu kehadiran novel-novel baru mereka untuk kubaca. Aku selalu berdecak kagum dengan gaya penulisan mereka dalam novel-novel yang ditulis dimana pembaca selalu dibuat penasaran dengan alur cerita dan konflik-konflik didalamnya. Antara satu novel satu dengan novel lainnya selalu ada ciri khas dan mengandung pesan moral yang tinggi tanpa membuat pembacanya merasa digurui.

Bagaimana dengan Anda? Apa buku favorit yang Anda kenang sampai sekarang?

Iklan

2 thoughts on “MENGAMBIL BERBAGAI MANFAAT DARI HOBI MEMBACA BUKU

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s