Nemu Duit Dikala Sulit, Pengalaman Dapat Rejeki Tak Terduga

Postingan kali ini aku ingin berbagi cerita mengenai pengalaman dapat rejeki tak terduga. Jika dirunut ke belakang di tahun-tahun silam, sebenarnya ada banyak sekali rejeki tak terduga yang aku dapatkan secara tiba-tiba. Datangnya rejeki tersebut tentunya meninggalkan kesan sendiri-sendiri. Ada yang dapat dari pekerjaan pertama, ada yang didapat dari hadiah dan ada juga yang didapatkan dari pemberian orang.

Berhubung fikiran saya di tahun ini mengalami masa-masa ke-eroran efek dari cobaan yang bertubi-tubi, saya kesulitan untuk mengeluarkan kenangan-kenangan lama lewat tulisan. Ingatan tentang peristiwa di masa lalu hanya sekelebat saja, tidak bisa diingat secara maksimal. Kalau dipaksakan bawaannya ngantuk melulu. Tapi jika mengingat tentang peristiwa satu atau dua bulan yang lalu masih bisa.

Kalau yang mendapat hadiah sudah pernah saya tuliskan sebelumnya di blog ini berjudul gelontoran hadiah dari dunia maya. Tapi itu sudah lama sekali. Sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu.

Maka dari itu, dalam postingan ini saya ingin menulis cerita kala mendapatkan rejeki tak terduga yang terjadi sekitar akhir Agustus kemarin. Cerita ini disamping sebagai bahan untuk kalaborasi tulisan blog Ning Blogger Surabaya juga sebagai pengingat di masa depan. Saya sendiri orangnya pelupa jadi kalau ditulis Insyaallah akan membekas dan bisa di baca lagi untuk mengingatnya.

Cerita ini berawal dari pandemi yang melanda, dimana sumber penghasilan mulai tersendat. Untuk keseharian mengandalkan simpanan. Tapi Alhamdulillah saya masih bersyukur hidup di desa karena untuk beras dan lauk pauknya sudah tersedia. Ketika banjir menerjang dan masuk rumah, saya dan keluarga Alhamdulillah juga masih baik-baik saja. Simpanan di bank masih aman

Sampai akhirnya ketika ibu pertama kali masuk rumah sakit, di situlah ujian hidup mulai terasa. Selama 2 bulan lebih, ibuku tercatat 4 kali opname di 3 RS yang berbeda. Itu belum termasuk riwa-riwi 2 kali seminggu ke RS untuk cuci darah. Biaya Rumah sakit memang sudah ditanggung BPJS, namun untuk keseharian dan juga biaya lain-lainnya mau tidak mau harus ambil simpanan.

Pasca meninggalnya ibu dan acara nikahannya adik bungsuku. Saya benar-benar dalam kondisi yang rentan. Tidak punya pegangan dan juga tidak punya uang simpanan. Berhubung waktu itu tidak bisa berfikir dan melakukan banyak hal, jadinya hanya membiarkan kehidupan mengalir apa adanya. Kalau ada rejeki ya diterima kalau tidak ada ya tidak apa-apa.

Tiba-tiba di akhir Agustus kala bersih-bersih rumah pagi hari, tidak sengaja tangan menyingkap taplak meja. Betapa suka citanya hati saya kala melihat ada uang setengah juta lebih yang terselip rapi di sana. Saya dan anggota keluarga yang lain tidak tahu dari mana uang tersebut. Mungkin itu uang saya yang keselip atau uang anggota keluarga lain yang lupa menaruhnya. Yang jelas keberadaan uang tersebut merupakan rejeki yang tak terduga dan sangat dibutuhkan hari itu.

Karena tempatnya di dalam rumah, pastinya uang itu sah milik penghuni rumah. Uang itu langsung saya pergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beli Gas Elpiji, air galon dan kebutuhan dapur lainnya. Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali bisa menemukan duit di kala sulit

Kejadian seperti ini memang sering terjadi pada saya. Ketika tidak punya uang sama sekali, saya menemukan uang di selipan. Kadang ada di selipan baju, di selipan rak-rak piring atau di selipan buku-buku. Namun menemukan uang dengan nominal yang besar baru kali itu dialami. Biasanya nominal uang paling besar yang ditemukan adalah 20.000. Itu saja sudah bikin hati senang

Beberapa Minggu yang lalu saya menemukan juga uang lembaran seratus ribu di saku baju. Baju tersebut sebenarnya saya ambil dari tumpukan di lemari dan memang sudah lama sekali tidak pernah dipakai. Kebetulan waktu nemu, saya lagi tidak pegang uang sama sekali sehingga keberadaannya uang temuan tersebut bermanfaat dan membuat hati senang.

Nemu duit dikala sulit tentunya meninggalkan kesan yang mendalam. Mungkin banyak orang yang juga mengalaminya.

Sekedar curhat, kadaan saya 2 bulan ini sudah mulai pulih. Meskipun terkadang masih sering sedih efek dari kehilangan, namun dari segi keuangan Alhamdulillah sudah jauh lebih baik. Saya bisa berpenghasilan sendiri sehingga tidak perlu menyusahkan orang lain. Harapan kedepannya tentu ingin jadi lebih baik dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Jodoh, Rejeki, Hidup dan Mati semuanya Tuhan yang menentukan. Sebagai makhluk yang bergantung padaNya, kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Jika mendapatkan sesuatu yang baik seperti jodoh dan rejeki tentu harus disyukuri. Namun jika mendapatkan sebuah ujian/musibah harus bisa introspeksi dan tetap mensyukuri karena pasti ada hikmah yang tersembunyi disana.

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s