Kisah Bangau Kertas Yang Menentukan Gelar

Alkisah ada 2 orang alumni salah satu perguruan tinggi di Sukolilo Surabaya yang tidak sengaja bertemu di malam hari sebelum Hari Inspirasi. Mereka ini adalah relawan pengajar yang nyentrik tapi kece dan berasal dari wilayah yang berdekatan. Usut punya usut, ternyata mereka berdua juga alumni dari SMA yang sama, namun berbeda angkatan.

Kelas Inspirasi Lamongan ke 5 di SDN Slaharwotan 2 Ngimbang menyatukan mereka dalam sebuah kisah yang lucu, unik dan terkenang hingga berabad abad lamanya. Berkat mereka, suasana SDN yang berada di tengah hutan jati di malam itu menjadi riuh rendah dan tak sepi lagi. Meskipun ujaran kata-kata keramat sering terlontarkan, namun tak ada yang merasa jengkel atau sakit hati. Malah senyum dan tawa yang tercipta diantara mereka semua.

Kisah dimulai saat pembuatan bangau dari kertas origami yang tak kunjung selesai. Dari 70 bangau yang direncanakan, baru seperempat bangau yang dibuat. Bangau kertas ini rencananya dibuat untuk atribut Kelas Inspirasi keesokan harinya.

Karena pengen membantu, dua orang dalam kisah ini berusaha untuk membuat bangau dari kertas origami. Mereka saling bersaing untuk membuat bangau kertas sebanyak banyaknya. Ternyata eh ternyata, proses pembuatan bangau dari kertas ini tidak semudah yang dibayangkan. Ada teknik-teknik tertentu yang harus diperhatikan dan dipelajari dengan seksama.

Meskipun sama-sama sarjana Teknik dari perguruan tinggi terkemuka di Surabaya, 2 tokoh dalam kisah ini merasa kesulitan dalam pembuatan. Akhirnya, sebagai bentuk motivasi dan juga ancaman, ada celutukan yang keluar diantara keduanya. Barang siapa yang tidak bisa bikin bangau dari kertas maka gelar kesarjanaan patut dicabut. Hal ini tentu saja bikin yang lain melongo dan senyum-senyum sendiri. Ada juga yang bilang kalau pembuatan bangau kertas ternyata nilainya sama dengan 8 SKS sendiri. Yang bisa bikin bangau nilainya lebih bagus daripada yang lain.

Tak dinyana persaingan membuat Bangau makin ketat. Dengan iringan kata-kata keramat yang mencantumkan nama binatang dan kata-kata tabu lainnya, proses pembuatan bangau terus dilakukan. Dalam kurun waktu satu jam pertama, hanya ada 2 bangau yang tercipta. Walaupun demikian masing-masing menyatakan kalau buatannya yang terbaik.

Akhirnya dengan berjalannya waktu, makin lama makin banyak bangau yang bisa diciptakan. Keduanya makin lihai membuat bangau kertas. Jika satu jam pertama cuma bisa bikin 2, satu jam kedua sudah bisa bikin 4. Dengan demikian gelar kesarjanaan tidak jadi dicabut karena ternyata mereka bisa bikin bangau kertas walaupun di atas kertas nilainya adalah C.

Proses pembuatan bangau ini kurang lebih 3 jam. Yang menjadi nilai lebih pada kisah ini ternyata bukan pada hasil yang didapatkan, tapi dari persaingan kata-kata yang dilontarkan. Suasana malam jadi hangat berkat bangau-bangau kertas ini.

Perjalanan takdir di keesokan harinya membuat sarjana pembuat bangau kertas ini harus bersama-sama terus. Di sesi pertama hingga sesi 3, keduanya selalu disatukan dalam kelas yang sama. Julukan 2 bangau makin membekas karena mereka sangat kompak dan luar biasa dalam menginspirasi.

Kisah ini adalah catatan kecil pasca mengikuti Kelas Inspirasi Lamongan 5 di Rombel Terbaik SDN SLAHARWOTAN 2 NGIMBANG. Kisah yang akan jadi kenangan dan tidak akan ditemui dimanapun.

Iklan

Satu respons untuk “Kisah Bangau Kertas Yang Menentukan Gelar

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s