Bersama Cucu Baru di Tahun Baru 2021

Waktu terus berputar, tahun demi tahun terus berjalan. Kalau ada awal pasti juga ada akhir. Januari hingga Desember terus bergiliran menemani hari-hari kita di dunia. Ketika kalender sudah menunjukkan tanggal 31 Desember, saat itulah jutaan orang di dunia bersiap-siap untuk menyongsong tanggal 1 Januari dengan berbagai perayaan dan sejenisnya.

Tanggal 31 Desember akhir hingga awal tanggal 1 Januari semua orang menyebutnya sebagai malam tahun baru. Awalnya hanya masyarakat luar negeri di Eropa yang getol merayakan malam tahun baru dengan berbagai perayaan dan pesta. Namun setelah itu akibat pengaruh globalisasi, budaya barat tersebut merembet ke masyarakat Asia hingga sampai di Indonesia.

Membahas tentang pergantian tahun baru tersebut, saat masih sekolah dan beberapa tahun pasca kuliah, saya menantikan Moment-moment tersebut. Seperti kebanyakan orang lainnya saya pernah mengadakan bakar-bakar ikan di pinggir jalan hingga dini hari. Saya juga pernah ikut pesta kembang api di tengah kota. Pernah juga sekali waktu merayakan tahun baru di ponpes dengan membaca Alquran serta baca doa semalam suntuk. Mungkin yang tidak pernah keturutan adalah pergi ke pelabuhan untuk melihat berbagai kapal yang mengeluarkan suara sirene di tahun baru.

Pengalaman merayakan pesta tahun baru memang penuh kesan. Karena hampir semua orang di seluruh dunia ikut merayakannya. Tapi beberapa tahun belakangan ini, saya sudah menghindari acara-acara seperti itu. Saya sudah bosan karena sudah tidak ada lagi kesakralan didalamnya. Beberapa tahun terakhir, saya menikmati momen pergantian tahun depan hanya di rumah saja. Kalau cuaca bagus dan tidak hujan, biasanya saya menonton televisi yang memang menyiarkan acara-acara seru menyongsong tahun baru. Tapi kalau hujan dan banyak petir, lebih senang berdiam diri di kamar dan tidur.

Baca juga : PERJALANAN HIDUP YANG TERUS MENGALIR

Semua orang tahu, pergantian tahun dari 2020 ke 2021 sangatlah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena ada pandemi jadi semua orang harus dirumah saja dan menghindari kerumunan. Saya sendiri tidak mempermasalahkannya. Bagi saya semua hari itu sama saja. Entah tahun baru atau tidak, keadaan tetap sama. Yang berbeda hanyalah pada kalendernya saja.

Saat pergantian tahun kemarin saya disibukkan dengan kehadiran anggota keluarga baru yang baru lahir. Dalam silsilah keluarga, anggota keluarga tersebut adalah cucu saya. Bukan cucu dalam garis lurus kekerabatan. Tapi dia anak dari keponakan dari garis nenek. Rumahnya hanya beberapa meter dari rumah saya.

Saya merasa harus membantu dan menemani cucu dan keponakan tersebut karena merasa satu nasib. Kami sama-sama anak Yatim Piatu, bedanya dia cuma punya satu saudara sedangkan saya masih punya 4 saudara. Jadi kalau ada apa-apa tidak ada yang bisa direpotin. Setidaknya dengan sedikit membantu, bisa saling menguatkan.

Kehadiran bayi mungil cucu saya yang kesekian itu menyita hampir seluruh waktu saya. Memang sih saya tidak mengurus secara langsung, namun tetap sibuk hilir mudik. Budaya di desa saya, jika ada bayi yang baru lahir, tetangga, kerabat dan orang-orang yang kenal dengan si ibu akan berbondong-bondong untuk tilik bayi. Gak peduli ada Corona atau tidak, ada kewajiban untuk tilik bayi yang baru lahir dengan membawa buah tangan.

Jadi yang saya lakukan adalah menyambut orang yang tilik bayi tersebut, kemudian mengambil sebagian buah tangan dan mencatatnya di buku khusus. Kebanyakan buah tangannya berupa gula, beras, detergen dan aneka kebutuhan bayi. Buah tangannya cuma diambil sebagian karena begitulah budaya di desa saya. Riwehnya nyambut tamu ini hingga berminggu-minggu. Datangnya juga tidak berbarengan, ada yang pagi, siang, sore dan malam.

Sang bayi cucu saya ini lahirnya tanggal 26 Desember, pasca lahir hingga januari ada banyak tamu yang datang. Kala pergantian tahun saya bahkan tidak menyadari momen tersebut. Dari pagi hingga malam disibukkan dengan ramah tamah bersama tamu yang tilik bayi. Ketika pukul 9 malam, saya pulang kerumah dan tidur dengan lelap. Tahu-tahu besoknya tahun di kalender sudah berganti. Kira-kira ada yang samaan gak ya??

Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s